Mantan Presdir Lippo Cikarang Tersangka Kasus Suap Meikarta Tulis Surat

Mantan Presdir Lippo Cikarang Tersangka Kasus Suap Meikarta Tulis Surat. Belum lama ini, Bartholomeus Toto. Mantan presiden direktur Lippo Cikarang. Mrngirimkan surat yang tak lain dan tak bukan ditujukan untuk presiden Jokowi. Pasalnya, sampai sekarang Toto merasa bahwa dirinya tidak mengetahui apa-apa dan tidak terlibat. Dalam surat yang dibagikan oleh pengaracanya, Supriyadi. Toto menjelaskan secara jelas peristiwa korupsi yang menerpa dirinya hingga akhirnya ia dijebloskan ke rutan KPK. Berisi dengan delapan poin penting kronologi kejadian. Surat tersebut dibuat oleh toto lengkap dengan tanda tangan serta materai diatasnya. “Bersama ini saya ingin menyampaikan permonohnan untuk mendapatkan keadilan dan perlindungan dari bapak Presiden. Adapun permohonan ini saya mohonkan karena saya telah diperlakukan secara sewenang-wenang oleh komisi pemberantasan Korupsi (KPK).” Tulis Toto dalam suratnya.

 

Mantan Presdir Lippo Cikarang Tersangka Kasus Suap Meikarta Tulis Surat - Bartholomeus Toto, Tersangka kasus suap Meikarta

 

Surat yang dibuat pada tanggal 20 November 2019 kemarin. Toto juga menegaskan bahwa ia sama sekali tidak mengetahui betul mengenai uang Rp. 10,5 miliar yang disebut telah diberikan kepada mantan Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin. Upaya gratifikasi ini dilakukan untuk bertujuan memuluskan perizinan proyek tersebut. Di surat itu juga, Toto mengetahui bahwa penyidikan kepada dirinya hanya berasal dari keterangan Edi Soesianto seorang saja. Yang kala itu menjabat sebagai kepala divisi land acquistision and permit PT Lippo Cikarang.

 

Mantan Presdir Lippo Cikarang Tersangka Kasus Suap Meikarta Tulis Surat

Edi sendiri menyampaikan suap ini diketahui Toto saat persidangan dengan terdakwa Billy Sindoro dan Neneng Hassanah Yasin. “Selama proses penyidikan Meikarta, ketika saya masih berstatus sebagai saksi, saya tidak pernah mengetahui bahwa saya akan dituduh KPK telah memberikan gratifikasi sebesar Rp 10,5 miliar untuk IPPT. Dalam penyidikan, KPK tidak melakukan klarifikasi kepada saya secara saksama. Saya baru mendengar tuduhan gratifikasi sebesar Rp 10,5 miliar tersebut dalam sidang Billy Sindoro/Neneng Hassanah Yasin” Ucap Toto.

 

Foto Surat Bartholomeus Toto, cardonyeltirano

 

Foto Surat Bartholomeus Toto, cardonyeltirano 2

 

Kesaksian Edi Soes dipersidangan menyebutkan bahwa mantan presdir Lippo Cikarang itu terlibat dalam pusaran kasus suap korupsi Meikarta. Seketarisnya, Melda Peni Lestari mengaku tidak mengetahui kegiatan gratifikasi tersebut dan membantah bahwa dirinya terlibat dalam kasus suap. “Saya sebagai pribadi maupun saat menjabat tidak memiliki kapasitas, kewenangan, maupun alasan apa pun untuk memberikan suap.”

Pengacara Bartholomeus Toto, Supriyadi membenarkan bahwa surat itu dibuat Toto saat ia berada dalam penahanan KPK. Surat tersebut ia tuliskan, lantaran Toto merasa bahwa ia dijebak dalam kasus tersebut. “Ya, dia merasa ada cerita yang sengaja diputus dalam perkara ini. Antara terjadinya OTT dengan Meikarta ini benang merah belum terlihat. Tapi sengaja ditarik-tarik supaya ada kaitan. Dari dasar itulah ia merasa ada cerita yang terputus sehingga kurang masuk akal. Beliau juga ngak mengerti peristiwa yang sesungguhnya itu bagaimana dan apa tujuannya sampai begini, ya curhat aja sih” sebut Supriyadi. Sampai sekarang, Bartholomeus Toto masih berada dalam rutan KPK, dan berkas penahanannya sendiri belum dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Bandung.